Selasa, 10 Januari 2012

Dahlan Iskan Tak Mau Esemka Bernasib Seperti Mocin Ramdhania El Hida - detikFinance


Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mewanti-wanti jangan sampai mobil Esemka setelah diproduksi besar-besaran tetapi tidak ada yang beli dan merugikan negara. Seperti motor China (mocin) yang tak laku meskipun harganya murah.

Dahlan menyatakan pihaknya perlu memperdalam proyek produksi mobil Esemka sebagai mobil nasional. Pasalnya, jangan sampai produksi mobil ini sangat bergantung pada Penyertaan Modal Negara (PMN) sehingga nantinya justru merugikan negara.

"Kalau misalnya nanti kita bikin mobnas, terus tiap tahun pemerintah harus berikan PNM yang ratusan miliar, ya tentu nanti tidak sehat dan buat kemarahan lebih banyak. Jadi yang penting bagaimana sebaiknya ini dihitung secara komersial apakah layak ini diproduksi secara massal atau tidak," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dahlan juga mengkhawatirkan jika mobil ini tidak laku di pasaran karena meskipun memiliki harga murah, belum tentu laku. Hal ini karena masyarakat juga menginginkan keselamatan. Untuk itu, perlu diperhatikan keamanan kendaraan tersebut.

"Belum tentu murah itu laku, kalau misalnya murah tapi tidak aman, atau murah tapi gampang rusak. Kan dulu juga ada motor China yang harganya sepertiga dari Honda tapi kan tidak jalan," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Dahlan, setelah diproduksi besar-besaran maka masyarakat juga akan beli.

"Jangan tidak beli dengan berbagai alasan. Itu termasuk yang akan kita pertimbangkan. Kira-kira kalau diproduksi secara massal, masyarakat mau beli tidak. Kalau yang beli cuma saya atau wali kota Solo atau Menko Perekonomian, itu kan tidak bisa juga, tidak cukup. Tetapi perlu riset di masyarakat, kalau diproduksi, mau beli tidak," ujarnya.

Dahlan menyatakan riset di pasar perlu dilakukan mengingat kebiasaan masyarakat untuk menghina produk dalam negeri jika nanti terdapat kesalahan dalam produk nasional tersebut.

Mobil Esemka dibuat oleh siswa SMK Negeri 2 Surakarta itu dan SMK Warga Surakarta. Untuk membuat 1 unit Esemka memakan waktu 4 bulan lamanya. Hal itu karena para anak SMK masih manual dan belum secanggih mesin produsen mobil di Indonesia.

Penggunaan Esemka oleh Walikota Solo Joko Widodo telah membuat hingar bingar pemberitaan di tanah air dalam 2 hari terakhir.

"Masyarakat kan praktiknya tidak begitu, apalagi kalau sikap masyarakat sekarang ini cenderung menghina diri sendiri. Wah ini bikinan Indonesia, kita tidak mau. Kalau misalnya sikap masyarakat masih seperti itu, ya ini nggak akan jalan," keluhnya.

Mobil Esemka dibuat oleh siswa SMK Negeri 2 Surakarta itu dan SMK Warga Surakarta. Untuk membuat 1 unit Esemka memakan waktu 4 bulan lamanya. Hal itu karena para anak SMK masih manual dan belum secanggih mesin produsen mobil di Indonesia.

Penggunaan Esemka oleh Walikota Solo Joko Widodo telah membuat hingar bingar pemberitaan di tanah air dalam beberapa hari terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar